Ardan dan Segala Mimpinya
Cerita Hidup Ardan Mubarok
Nama saya Ardan Mubarok. Saya lahir dan besar di Pasuruan, sebuah kota yang penuh dengan kenangan bagi saya. Sejak kecil, saya sudah melalui banyak pengalaman, mulai dari hal-hal sederhana yang menyenangkan hingga peristiwa-peristiwa besar yang membuat saya belajar arti kesabaran dan keteguhan hati.
Masa TK
Saya memulai pendidikan di TK Darma Wanita IV Kejadian Seru di Pasuruan. Masa TK adalah masa yang penuh warna. Saat itu, saya masih sangat polos, hanya tahu bermain, belajar sedikit-sedikit, dan tertawa bersama teman-teman. Salah satu kejadian yang paling berkesan bagi saya adalah ketika saya pernah jatuh ke kali saat bermain. Awalnya, saya merasa sangat takut dan panik, tapi setelah itu, kejadian tersebut justru menjadi bahan cerita lucu yang selalu saya ingat. Dari situ saya belajar bahwa dalam setiap kejadian, meskipun terasa menyakitkan atau mengejutkan, selalu ada hal yang bisa dikenang dengan senyuman.
Selain itu, saya memiliki beberapa teman yang sangat lucu dan baik hati. Mereka selalu menemani saya bermain, belajar bernyanyi, menggambar, bahkan menari bersama. Guru-guru di TK juga penuh perhatian, mereka mengajarkan saya dasar-dasar ilmu seperti membaca, menulis, dan berhitung. Walaupun sederhana, pengalaman di TK itu membentuk dasar kepribadian saya: berani mencoba hal baru dan tidak takut salah.
Masa SD
Setelah lulus TK, saya melanjutkan pendidikan di SDN Glanggang I Pasuruan. Awal masuk SD, saya merasa bangga karena akhirnya bisa mengenakan seragam putih merah dan belajar di sekolah yang lebih besar. Namun, masa SD bukan hanya penuh keceriaan. Ketika saya duduk di kelas 1, saya harus menghadapi peristiwa yang sangat berat, yaitu kepergian ibu saya untuk selamanya. Peristiwa itu meninggalkan luka mendalam karena saya masih sangat kecil. Kehilangan seorang ibu membuat saya merasa sepi, tapi ayah saya selalu berusaha menggantikan peran itu dengan penuh kasih sayang. Saya belajar menerima kenyataan dengan sabar dan menjadikannya motivasi agar kelak bisa membanggakan orang tua, meskipun ibu sudah tidak ada di sisi saya.
Saat kelas 6, ayah saya memberikan tawaran besar dalam hidup saya: mondok di Malang. Keputusan ini tidak mudah karena berarti saya harus jauh dari rumah, jauh dari keluarga, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, setelah dipikirkan dengan matang, saya akhirnya setuju. Saya yakin, dengan mondok saya bisa lebih disiplin, mandiri, dan memperdalam ilmu agama. Saya percaya keputusan itu adalah langkah penting dalam perjalanan hidup saya.
Masa SMP
Saya kemudian melanjutkan sekolah di SMPN 2 Malang. Pindah ke kota yang baru dan tinggal di pondok adalah pengalaman yang penuh tantangan. Awalnya saya merasa asing, tapi perlahan saya mulai terbiasa. Saya bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah, dengan latar belakang yang berbeda-beda. Dari mereka, saya belajar bagaimana cara bersosialisasi, menghargai perbedaan, dan membangun persahabatan yang kuat.
Di SMP, pelajaran semakin banyak dan lebih sulit dibanding SD, tapi saya berusaha untuk tetap tekun. Guru-guru di SMP sangat membantu, mereka tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan kedisiplinan. Dari sinilah saya mulai lebih serius memikirkan masa depan saya. Saya memiliki cita-cita untuk menjadi orang yang sukses, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Bagi saya, sukses di dunia berarti memiliki kehidupan yang layak, membahagiakan orang tua, serta bermanfaat bagi masyarakat. Sementara sukses di akhirat berarti tetap taat beribadah, menjaga iman, dan selalu berbuat baik.
Masa SMK
Setelah lulus SMP, saya melanjutkan pendidikan di SMKN 6 Malang. Di sekolah ini, saya menemukan lebih banyak hal baru. Lingkungannya yang besar, guru-guru yang berpengalaman, serta teman-teman yang beragam membuat saya semakin bersemangat. Belajar di SMK memberi saya kesempatan untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik. Saya merasa beruntung bisa berada di sekolah yang mendukung pengembangan keterampilan sekaligus membangun kepribadian.
Selama di SMK, saya belajar bahwa kunci utama untuk mencapai kesuksesan adalah kerajinan dan kedisiplinan. Saya berusaha untuk giat belajar, rajin mengerjakan tugas, serta aktif mengikuti kegiatan yang bisa menambah pengalaman. Selain itu, saya juga berusaha menjaga sikap baik terhadap guru dan teman-teman. Saya percaya, dengan membangun hubungan yang baik, saya bisa mendapatkan banyak ilmu sekaligus pelajaran hidup.
Cita-Cita dan Harapan
Cita-cita saya adalah menjadi orang sukses, dermawan, dan bermanfaat bagi banyak orang. Saya ingin bisa membahagiakan keluarga saya, terutama ayah yang telah berjuang keras membesarkan saya setelah ibu meninggal. Salah satu impian terbesar saya adalah memberangkatkan orang tua saya untuk melaksanakan ibadah haji. Saya tahu itu bukan hal yang mudah, tetapi dengan usaha dan doa, saya yakin bisa mencapainya.
Selain itu, saya ingin menjadi pribadi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Saya ingin berkontribusi dalam membangun masyarakat, membantu sesama yang membutuhkan, serta menyebarkan kebaikan di mana pun saya berada. Saya percaya bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya diukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari seberapa besar manfaat kita bagi orang lain.
Penutup
Perjalanan hidup saya masih panjang, dan tentu saja penuh tantangan. Namun, saya tidak ingin menyerah. Setiap pengalaman yang saya lalui, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan, saya jadikan pelajaran berharga untuk terus melangkah maju. Saya yakin bahwa dengan tekad, doa, serta dukungan dari orang-orang terdekat, masa depan yang cerah akan menanti saya.
Bagi saya, hidup adalah proses belajar tanpa henti. Saya ingin terus memperbaiki diri, menambah ilmu, memperkuat iman, dan bekerja keras untuk menggapai cita-cita. Semoga suatu hari nanti saya bisa menjadi pribadi yang membanggakan keluarga, bermanfaat untuk masyarakat, dan tentunya selalu diridai oleh Allah SWT.


Komentar
Posting Komentar