Tama dengan segala mimpinya

 


Ketika saya masih TK saya sering bermain tanpa menghiraukan pelajaran, bahkan sampai tak mau belajar hanya mau main terus tanpa menghiraukan apa - apa. Tapi ketika saya beranjak SD saya sudah mulai fokus belajar tapi tidak terlalu serius karena masih banyak mainnya ketimbang belajarnya, namun ketika saya SMP saya sudah mulai giat belajar karena akan memasuki jenjang SMK yang penuh akan persaingan, sampai di kelas 8 smp saya mulai hilang arah karena teman-teman yang toxic sampai pernah di ajak membolos tanpa menghiraukan orang tua yang sudah susah-susah bekerja untuk kita bersekolah, namun kita malah membolos dan menyia-nyiakan kesempatan belajar tanpa tau banyak orang yang mau bersekolah tapi terhalang biaya ataupun harus membantu orangtua, tapi semua itu hanya terjadi di kelas 8 saja saat memasuki kelas 9 saya mulai fokus belajar karena hanya tinggal dua pilihan yang krusial yaitu swasta ataupun negeri, di saat itu saya bingung karena nilai pas-pasan mau masuk negeri tapi saya juga bingung mau masuk swasta biayanya mahal, waktu itu orang tua sudah bingung uang hanya cukup untuk makan sehari-hari mau masuk negeri, tapi Alhamdulillahnya saya di terima di SMK yang lumayan terkenal di malang raya yaitu SMKN 6 malang atau biasa di sebut aksata dikenal karena solidaritas tinggi tanpa memandang siapa-siapa dengan kata-kata aksata forever.


Saat di SMK saya benar-benar niat untuk belajar karena kegiatan kiat yang akan menentukan nasib kita, bahkan bisa merubah nasib kita dari sengsara menjadi kaya maupun dari kaya jadi sengsara, semuanya tergantung dari keniatan kita, tanpa memandang kamu dari keluarga kaya maupun tidak mampu semua hanya fokus ke skill bukan ke kenalan bukan seperti di negara Polandia terbalik di sana hanya mengandalkan kenalan saja.Di saya sudah niatkan bahwa saya mau jadi teknisi IT di PT ternama agar bisa membahagiakan orangtua dan bisa meng umroh kan orangtua itu adalah cita-cita terbesar saya yang kayaknya akan sulit tercapai jika saya hanya bermalas-malasan tanpa menghiraukan apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi ini hanya angan-angan saja jika saya bisa mencapai angan-angan saya, saya benar-benar bersyukur karena bisa sampa di titik yang sejauh ini. Dikarenakan itu saya akan belajar mulai dari hal-hal kecil seperti software, hardware dan mikrotik. Dan kalau bisa belajar tentang bahasa pemrograman karena itu hal yang sangat susah untuk di pelajari dengan segalanya kendala yang ada seperti laptop maupun waktu, tapi saya akan ber usaha se maksimal mungkin agar cita-cita saya bisa terwujud tanpa ada halangan yang berat semuanya akan bisa di lalui jika kita sudah menaruh niat di hati dan pikiran tanpa menghiraukan pikiran yang lain.

Hal yang benar-benar membuat kita mudah mengejar mimpi adalah belajar dan terus menerus berusaha tanpa menghiraukan kita dari keluarga apa, mau miskin mau kaya semua harus tetap berusaha tanpa pandang bulu. Selain itu kita juga harus pandai-pandai dalam bersosialisasi untuk menambah jaringan agar kita tahu apa saja yang perlu disiapkan, apa resikonya, apa keuntungannya, dan wawasan yang mendalam tentang dunia kerja, namun kita juga tidak boleh hanya mengandalkan koneksi kita saja tanpa ada skil yang menghempuni ataupun skil yang sangat matang karena dunia kerja saat ini sangatlah ketat dengan berbagai syarat-syarat yang tak masuk akal sama sekali.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pasukan jenderal wito

Megathrust di Indonesia tugas IPS/nando

Ardan Mubarok X TKJ 1 (10)